Sugarless Tea

A Tethered Mind

Konsistensi Sebuah Abstraksi

why-can't-iKalau memang aku tak bisa jadi kamu, kenapa aku tidak bisa jadi aku?

Usaha untuk menunjukkan diri terbentur dengan konstruksi bernama norma dan konsep abstrak yang dipercaya oleh akal manusia. Jika bagi orang lain kepatuhan dianggap sebegitu pentingnya, apakah seseorang yang tidak percaya juga salah ketika ia tidak patuh?

Lalu, persisnya, kenapa berbuat salah itu salah?

3 Comments

  1. Menjadi diri sendiri aja belum bisa, lha gimana ingin menjadi seperti orang lain?
    Lagian jadi diri sendiri itu lebih baik ketimbang menjadi orang lain.
    Soal patuh dan tidak patuh, itu gak bisa disalahkan juga.
    Masalahnya patuh untuk berbuat hal baik, atau patuh untuk berbuat hal buruk?
    Salah dan benar ada porsinya masing2 :D

  2. tidak mempercayai logika. Kadang logika merasa benar jika memang benar kita di dimensi tiga. Tapi peneliti mengatakan kita di dimensi empat, padahal benar demikian, tapi logika kita tidak mampu mencapainya. Salah dikatakan salah, lain tempat lain nilainya. Di negeri barat dikatakan benar, di negara timur dikatakan salah, tergantung tempatnya mungkin mbak. hehe

  3. bahasa tingkat tinggi nih, selevel dengan pujannga :)

    salam kenal :)

Leave a Reply

© 2014 Sugarless Tea

Theme by Anders NorenUp ↑