Mumpung Masih Sempat

Melakukan apa yang ingin dilakukan mumpung masih ada waktu untuk melakukan.

Intro posting ini agak-agak boring sih. Kapan juga intro-nya seru? Aduh, maafin ya.

Sudah hampir sebulan ini gue keranjingan menggambar menggunakan pensil grafit. Menurut gue pensil menjadi super keren karena… Selama ini gue cuma tau guna pensil 2B sebagai alat untuk mengurek-ngurek kertas jawaban ujian. Ternyata bisa dibuat gambar hal-hal keren, woy! Lagi mencoba-coba berbagai cara dan alat, mulai dari blending stump sampe kneaded eraser dan cutton bud. Terus, alasan sebenernya sih karena cat air mahal (dan gue enggak tau cara makenya).

IMG_5792_largeSelama ini gue selalu pake metode free-hand drawing, atau dengan bahasa yang lebih mudah — sotoy drawing, di mana gue menggunakan jidat gue untuk menentukan kira-kira harus sebesar dan seberapa jauh jarak mata dengan hidung, ukuran mulut, dan lain-lain dibandingkan dengan gambar referensi gue. Sok jago? Bukan gitu sih, ini lebih perkara males dan enggak males. Tentunya gue masuk ke kategori kedua. Duh.

Tapi kemalasan gue ini sepertinya makan tuan. Anggap saja gue menggambar selama tiga jam, maka akan ada dua jam tambahan di mana gue menggalaukan gambar gue — ini kayanya hidungnya terlalu besar deh… Eh, pas matanya diubah-ubah, muka model yang gue contoh malah jadi kaya Miss Universe-nya planet lain. Menyedihkan.

Nah, ini adalah kali pertama gue menggunakan metode grid untuk membuat gambar. Kalau diperhatikan, di gambar ini ada garis kotak-kotak halus yang berfungsi sebagai patokan. Proses gambar jadi jauh lebih menyakitkan-less.

Cuma kalo semacam di PHP-in gebetan itu sih emang menyakitkan-ful, namanya juga nasip. Oh iya, belakangan ini gue jadi suka curhat colongan. Maapin.

Stella-nya lagi melakukan semua yang ingin dilakukan– main game Sims, baca buku, tidur, main Candy Crush, tidur lagi — sebelum engga sempet… Alias sekarang sudah mulai kuliah. *menggelepar di kasur*

1 Comments

Leave a Comment.