Sugarless Tea

A Tethered Mind

Pulpen: Mencari Atlantis

PULPEN (PUisi Lanjut cerPEN) kali ini agak nyerong dari seri kemaren, karena minggu ini yang dijadikan cerpen adalah sebuah lagu, bukan puisi. Selain itu, minggu ini juga kita kedatengan beberapa teman baru yang mau ikutan. Lagunya pun bukan sembarang lagu, karena pujangga-pujangga galau pengumuman ini memutuskan untuk memakai lagu dangdutnya Meggy Z, Jatuh Bangun. Puitis abis emang.

Jatuh bangun aku mengejarmu
Namun dirimu tak mau mengerti (Bia)
Kubawakan segenggam cinta
Namun kau meminta diriku
Membawakan bulan ke pangkuanmu (Frida)

jatuh bangun aku mencintai
namun dirimu tak mau mengerti (Luthfi)
kutawarkan segelas air
namun kau meminta lautan (Nadnaf)
tak sanggup diriku sungguh tak sanggup

sudah tahu luka di dalam dadaku
sengaja kau siram dengan air garam (Sarah)
kejamnya sikapmu membakar hatiku
sehingga cintaku berubah haluan (Stella)

percuma saja berlayar
kalau kau takut gelombang (Kia)
percuma saja bercinta
kalau kau takut sengsara (Syahid)

KEJAMNYA SIKAPMU MEMBAKAR HATIKU SEHINGGA CINTAKU BERUBAH HALUAN. Daripada hati gue dibakar, diinjek-injek, lalu ditiup ke ketiadaan, mending gue ajak dia berlayar mengarungi lautan. Kayanya mencari Atlantis jauh lebih mungkin daripada nungguin lo suka sama gue, yang emang enggak mungkin aja.

Iya, ‘enggak mungkin aja’ gitu. Pake ‘aja’. Alasan pertamanya mungkin karena ‘banget’ terlalu mainstream dan katanya cowok enggak suka cewek mainstream DAN gue udah capek jomblo. Alasan sebenarnya karena emang enggak ada penjelasan selanjutnya kenapa enggak mungkin. Jadi, enggak mungkin aja.

pulpen-2

Cerita ini enggak akan lebih seru daripada serial di tipi tentang cewek jelek yang suka sama cowok ganteng nan rupawan. Bedanya, ceweknya bukan di dandanin jadi jelek tapi emang jelek, cowoknya juga enggak ganteng-ganteng banget, dan enggak bakal ada ending gue sebagai ceweknya digendong keliling sekolah. Gue juga enggak pengen digendong-gendong gitu sih, emang gue karung beras? Hih.

Oke, mungkin cerita gue ini lebih mirip drama satir yang berusaha terlalu keras bikin penontonnya nangis. Seratus menit dikali 16 episode tentang ceweknya yang emang enggak bisa menerima kenyataan karena terlalu dalam tenggelam bersama delusi di akal pikirannya yang setengah ngeres. Cuma disapa doang, cuma diajak ngobrol doang, cuma disenyumin doang, responnya udah kaya dikasih mahar nikah seratus juta. Menyedihkan.

Intinya, cerita gue juga lebih buruk daripada si pemeran cowok selingkuh ke pemeran ceweknya. Kenapa? Karena dia memang sudah pacaran sama si cewek lain ini tahunan sebelum dia ketemu gue sebagai pemeran utama ceweknya. Dia juga enggak pernah ngajak gue jalan atau apa pun sih, tapi tau kenyataan yang ini rasanya kaya ada truk batu jalan di atas lo.

Bukan, kawan. Ini bukan opera sabun ibu-ibu tentang istri muda dan istri tua. Karena istri muda pun, entah muda atau tua, tetep aja berstatus istri, kan? Nah, gue dan si cowok ini bahkan enggak pernah jadian. Jadi, konteks ‘dia ketemu gue’ di sini… Ya dia ketemu gue aja, gitu. Bukan dimodusin, dipacarin, apalagi dikawinin.

Sampai sini, mungkin lo ngerti apa yang sedang gue bicarain dari tadi, atau mungkin lo udah gatel pengen ngelempar buku berjudul ‘move on, mbak‘. Tapi, kalo bisa, tolong lempar gue pake buku yang to-the-point judulnya, misalnya ‘cara mengobati sakit hati‘. Gue udah capek sama yang diam-diam, maunya yang frontal gitu.

Kenapa juga cowok itu mesti ketemu sama gue, kan? Terus kenapa juga dia harus baik sama gue, sampe gue suka sama dia. Terus kenapa dia mesti udah jadian sama si cewek itu. Iya kan? Kenapa dia cuma ngomong kalo dia punya cewek sekali doang, sampe gue mikir kalo sebenernya dia bohong? Iya kan… Ini bukan salah gue, kan?

Enggak. Gue bukan cewek menyedihkan yang sebenarnya cuma berharapan kosong kalau cowok ini suka sama gue. Gue bukan orang yang merasa di PHP-in padahal sebenarnya emang cowok itu sekedar bersikap baik aja sama gue. Bukan. Pokoknya bukan. Enggak bisa.

Nyari Atlantis kayanya terlalu muluk. Apa gue nabrakin diri ke pelabuhan aja?

3 Comments

  1. Ini sepertinya cerita hidup gue.. hiks
    Ilustrasinya cakep abesh stel!

  2. Aduhhhh galau bangedh buuu :’(

  3. bahasanya seru bingit kaka stella..gambarnya, saya jatuh cinta sm hidungnya :”

Leave a Reply

© 2014 Sugarless Tea

Theme by Anders NorenUp ↑