Di umur tanggung — tiga bulan menuju tujuh belas tahun — ini, segala macem jadi berasa tanggung di dalam otak gue. Dibilang enam belas segan, tujuh belas pun tak mau. Maunya hak, kewajibannya ogah. Maunya didengerin, tapi gak mau ngedengerin. Dibilang bocah bukan, abege juga belom (udah belom sih?)… Haduh.

[BREAKING NEWS] Ulang tahun gue tanggal 11 April. Jangan lupa.

Kalo kata orang, umur-umur segini lagi nyari jati diri (hih). Perkara apa hubungannya seorang diri sama jenis kayu, jangan tanya gue. Saking gelinya gue sama kata-kata itu, mesti ada ‘hih’nya. Hih.

Kata orang juga, entah yang sama atau bukan, umur segini gue tau apa sih. Belom merasakan hidup yang sebenarnya, katanya. Jangan sotoy, katanyahh. Syips, gue setuju delapan sembilan pokoknya. Toh gue juga enggak mau dengerin apa yang anak tiga belas tahun mau ngomong, walau pun ‘umur tidak menjamin kedewasaan’.

Jadi, rasa-rasanya bingung ‘kalo udah gede mau jadi apa’ di umur gue enggak penting. Nanti juga semua berubah, idealisme enggak bisa bertahan, terus akhirnya enggak bisa seperti apa yang gue mau kan?

Gue beralih dari pengen jadi astronot karena keren, ke penulis karena pengen dikenal orang, ke guru karena pengen ngajarin orang, ke psikolog karena (katanya) duitnya banyak, ke direktur perusahaan karena (pasti) gajinya gede, terus ke _______(isi cita-cita lo sekarang) karena… uangnya banyak.

Semakin bertambah umur, semakin jadi ‘dewasa’ gue, lalu semakin realistislah cita-cita gue. Semakin pengen untuk dapet kerja yang pasti, uang yang pasti, dan hidup yang pasti.

Tapi, kalau uang bukan masalah, gue pengen jadi apa?

zenpencils-if-money-were-no-object[click image for bigger view]

Terus gue sadar kalo gue pengen jadi psikolog bukan karena gue pengen membantu orang, jadi pengacara bukan karena gue pengen hukum adil, jadi direktur bukan karena apa-apa.

Komik dari salah satu website favorit gue, Zenpencils, di atas, dibuat berdasarkan quote dari Alan Watts. Ini merubah lagi perspektif gue di umur yang (katanya) masih tidak pasti dan labil ini. Kalau uang bukan masalah.

Gue berterima kasih untuk ketidakpastian ini.


3 thoughts on “Pengen Jadi Apa?

Leave a Reply